Theo's blog

Wednesday, October 10, 2007

Rockefeller

Nama yang tak asing lagi bagi setengah penghuni bumi ini, karena kekayaannya dan sumbangannya terhadap kemanusiaan dan ilmu pengetahuan.

Sebagian dari kita mungkin belum tahu bahwa sifat sosial Rockefeller lengkapnya John Davison Rockefeller, baru muncul setelah umurnya lebih dari setengah abad dan dalam keadaan hampir mati, kaku seperti mumi.

Leluhurnya emigran Johann Peter Rockefeller dari Jerman datang ke Amerika tahun 1722. Ayahnya, William Avery Rockefeller dan ibunya, Davison, petani miskin di Richford yang karena kemiskinannya pindah ke Moravia, New York dimana ayahnya bekerja sambilan menjual rempah-rempah, garam dan kebutuhan sehari-hari.
Selain membantu ayahnya, John D. Rockefeller berternak kalkun.

Umur 16 tahun, setelah berijazah Sekolah Dagang Menengah, ia mencari kerja didorong oleh kemiskinan keluarganya. Ia mendapat gaji 50 dollar untuk 3 bulan pertama dan kemudian 25 dollar sebulan. Umur 18 tahun sudah berusaha berdiri sendiri dan mendirikan Firma Clack & Rockefeller dan akhirnya terkenal sebagai Raja Minyak dunia berkat tekad dan ketekunannya.

Karena siang malam yang dipikirkannya uang, uang dan uang, akhirnya umur 53 tahun terserang penyakit yang mengakibatkan seluruh rambutnya rontok sampai alis matanya.....dan harus diet ketat.

Penghasilannya seminggu tidak kurang dari 1 juta dollar, tetapi harus makan makanan yang tidak lebih dari 2 dollar,berupa susu yang diasamkan dan sedikit roti kering serta tak lepas dari obat-obatan yang mahal harganya.

Pernah pingsan gara-gara terlanjur bayar premi asuransi sebesar 150 dollar yang sebenarnya tidak perlu, karena begitu sayang dan begitu memujanya terhadap uang.

Diumur 53 tahun dia kaya raya, raja minyak, namun jiwanya gelisah dan miskin. Badannya rapuh dan pekerjaannya hanya duduk, melamun serta tersiksa sepanjang hari.

Ia berpikir, bagaimana kalau sebagian kekayaannya untuk membahagiakan orang lain? Bagaimana kalau kebahagiaan dapat dibagikan kepada sesama?

Maka pikirannya berubah 180 derajat. Ia mulai menyumbang tempat ibadah, sekolah, mendirikan Universitas Chicago pada tahun 1889, membantu orang Negro termasuk Universitas Negro misalnya Tuskegee College.

Ia mendirikan badan Dana Internasional yaitu The Rockefeller Foundation yang bergerak memerangi kebodohan di seantero dunia.
Tidak kurang dari 600.000.000 dollar yang disumbangkan untuk kepentingan umat manusia.

Setelah kehilangan ratusan juta dollar apakah Rockefeller menyesal dan sedih?
Tidak...! Malah jiwanya tenang, puas dan bahagia.
Ia tidak lagi sedih, tidak takut, malah riang dansegar tidak seperti semula.
Ia dapat tidur pulas semalam suntuk, meskipun perusahaannya harus membayar denda paling besar dalam sejarah perdagangan di Amerika Serikat.

Itu sedikit tentang John D. Rockefeller, yang pernah tergeletak pingsan karena sedih kehilangan uang 150 dollar, hampir mempus dan tak bergerak, menderita sepanjang hari di kala umur 53 tahun. Tetapi, dengan membuang ratusan juta dollar justru ia bisa hidup terus, sehat dan tegar sampai tahun 1957. Ia meninggal usia 98 tahun.


Ams11:24,25

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home