NELAYAN
Pengusaha besar dan energik dari kota, sangat terkejut melihat nelayan di pesisir sedang berbaring di samping perahunya sambil menghisap rokok daun kawung.
"Mengapa kamu tidak pergi menangkap ikan lagi?" tanya pengusaha.
"Ikan yang kutangkap telah cukup banyak dan cukup untuk menghidupi anak biniku selama sepekan ini!" sahut nelayan.
"Mengapa tidak kau tangkap lebih banyak lagi dari yang kau perlukan...?" tanya si pengusaha.
"Untuk apa?" tukas nelayan.
"Engkau dapat mengumpulkan uang lebih banyak lagi" jawab pengusaha. "Dengan uang itu engkau dapat membeli motor tempel, dapat melaut lebih jauh, dapat ikan lebih banyak lagi. Engkau dapat membesarkan usahamu, kapal-kapal dapat engkau beli dan dapat mengangkat pegawai. Uangmu dapat engkau depositokan atau tanamkan dalam bangunan gedung-gedung, membuat pabrik atau lainnya dan anak cucumu tidak akan kelaparan. Lalu kaupun akan kaya dan menjadi terkenal seperti aku."
"Apa yang sebaiknya harus kulakukan...?" tanya si nelayan.
"Selanjutnya, kau dapat beristirahat dan menikmati hidup ini" jawab si pengusaha.
"Menurut pendapatmu, sekarang ini aku sedang berbuat apa?! Bukankah aku saat ini sedang mensyukuri dan menikmati hidup ini?" jawab si nelayan dengan puas.
"Mengapa kamu tidak pergi menangkap ikan lagi?" tanya pengusaha.
"Ikan yang kutangkap telah cukup banyak dan cukup untuk menghidupi anak biniku selama sepekan ini!" sahut nelayan.
"Mengapa tidak kau tangkap lebih banyak lagi dari yang kau perlukan...?" tanya si pengusaha.
"Untuk apa?" tukas nelayan.
"Engkau dapat mengumpulkan uang lebih banyak lagi" jawab pengusaha. "Dengan uang itu engkau dapat membeli motor tempel, dapat melaut lebih jauh, dapat ikan lebih banyak lagi. Engkau dapat membesarkan usahamu, kapal-kapal dapat engkau beli dan dapat mengangkat pegawai. Uangmu dapat engkau depositokan atau tanamkan dalam bangunan gedung-gedung, membuat pabrik atau lainnya dan anak cucumu tidak akan kelaparan. Lalu kaupun akan kaya dan menjadi terkenal seperti aku."
"Apa yang sebaiknya harus kulakukan...?" tanya si nelayan.
"Selanjutnya, kau dapat beristirahat dan menikmati hidup ini" jawab si pengusaha.
"Menurut pendapatmu, sekarang ini aku sedang berbuat apa?! Bukankah aku saat ini sedang mensyukuri dan menikmati hidup ini?" jawab si nelayan dengan puas.
Bila anda tertawa, dunia akan ikut tertawa bersama Anda.
Namun, bila Anda menangis Anda akan menangis sendirian, dan alam semesta akan menertawakan Anda.
So, nikmati hidupmu.
Namun, bila Anda menangis Anda akan menangis sendirian, dan alam semesta akan menertawakan Anda.
So, nikmati hidupmu.
Labels: pernik kehidupan

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home